Siapkan Infrastruktur Jaringan Untuk Hadapi Ancaman Cybersecurity

  1. Home
  2. Blog
  3. Siapkan Infrastruktur Jaringan Untuk Hadapi Ancaman Cybersecurity
Blog

Transformasi digital makin marak dilakukan di Indonesia. Berbagai perusahaan telah mengadopsi teknologi digital untuk bisnisnya. Tidak mengherankan jika belanja teknologi informasi (Tl) di Indonesia diperkirakan mencapai nilai US$15,3 miliar di tahun 2016, atau meningkat sebanyak 8,3 persen dari tahun 2015. Sektor bisnis bukan satu-satunya yang mengedepankan teknologi digital. Pemerintah pun mendorong transformasi digital dengan menerapkan sistem e-government dan mendukung terlaksananya smart city di berbagai kota di Indonesia.

Dengan memanfaatkan kekuatan teknologi digital, perusahaan mengambil langkah besar dalam meningkatkan daya saingnya di dunia yang makin terhubung ini. Namun, seiring dengan transformasi ini, baik perusahaan maupun pemerintah harus mewaspadai peningkatan jumlah serangan cyber atau maya yang makin canggih. Infrastruktur TI menjadi komponen utama yang harus diperhatikan oleh perusahaan dalam menghadapi serangan yang kian lincah dan gencar. Akan tetapi, kebanyakan perusahaan memiliki sistem yang belum siap dalam menghadapi tantangan cybersecurity.

Infrastruktur Jaringan yang Menua Menambah Beban Bagi Organisasi

Jadi, mengapa perusahaan perlu menaruh perhatian pada infrastruktur yang sudah menua? Sebuah laporan dari Cisco menunjukkan bahwa banyak organisasi di dunia dihantui risiko keamanan tersembunyi akibat infrastruktur yang menua dan patching pada sistem yang rentan terhadap serangan. Dulu, penjahat cyber hanya menyerang server dan end points. Namun kini, penyerang makin canggih karena menyasar infrastruktur jaringan yang mudah diinfiltirasi. Hal ini memberi kesempatan dan ruang yang lebih luas bagi hacker untuk bergerak di dalam jaringan, membangun pondasi serangan, serta membuat kerusakan yang lebih parah di seluruh bagian infrastruktur jaringan.

Di dalam laporan tersebut, Cisco juga menyatakan bahwa 92 persen dari 115 ribu perangkat yang diperiksa memiliki kerentanan pada perangkat lunak. Perangkat tersebut sudah mengalami kerentanan selama rata-rata 5,6 tahun, dilihat dari dampak yang ditimbulkan akibat potensi serangan dan virus yang bersembunyi di dalam jaringan organisasi. Angka di atas membuktikan bahwa banyak perusahaan di dunia yang kurang menaruh perhatian pada penanganan kerentanan, bahkan pada kerentanan yang ada di sistem perangkat lunak yang biasa mereka gunakan.

Bobolnya Sistem Keamanan Berarti Kehilangan Pendapatan

Sangat dimengerti mengapa banyak organisasi belum melakukan pembaruan atau Upgrade infrastruktur jaringan. Pembaruan infrastruktur biasanya menelan banyak biaya dan waktu, serta menimbulkan downtime yang berpotensi mengakibatkan hilangnya pendapatan. Namun, sama sekali tidak melakukan pembaruan infrastruktur yang sudah tua berarti memberi kesempatan lebih besar kepada penyerang untuk membobol sistem. Pembobolan ini dapat menyebabkan kehilangan pendapatan yang lebih besar, serta membahayakan data-data yang penting untuk bisnis.

Selain itu, arena permainan para penyerang menjadi kian luas seiring dengan berkembangnya ekonomi digital dan e-commerce yang kompetitif di Indonesia. Infrastruktur yang rentan merupakan tantangan utama dalam menciptakan ekonomi digital yang aman dan berkelanjutan, mengingat infrastruktur yang menua mungkin tidak mampu menangani ancaman keamanan yang ada.

Perbarui Infrastruktur Jaringan

Langkah pertama yang harus diambil adalah melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap infrastruktur jaringan, lalu diikuti oleh analisis bagaimana jaringan tersebut dapat memenuhi tuntutan keamanan sesuai dengan tujuan bisnis perusahaan. Hal ini sangat penting mengingat keputusan yang dibuat hari ini bisa memengaruhi keberlangsunganan bisnis di masa depan.

Perusahaan harus memiliki daftar tentang bagian jaringan yang harus diamankan untuk memastikan perlindungan end-to-end terhadap bisnis perusahaan. Pengecekan keamanan ini bisa berupa pengecekan dasar seperti peninjauan ulang kebijakan e-mail dan enkripsi, pencegahan intrusi, hingga memastikan bahwa setiap perangkat yang mengakses jaringan organisasi memenuhi standar keamanan.

Seiring dengan kian maraknya penyerang cyber, perusahaan juga harus bisa berkembang. Ini mengingat di era digital ini, satu-satunya yang tidak akan berubah adalah perubahan itu sendiri.

Sumber :

Info Komputer Desember 2016

Tags: , , ,
Warung Komputer menyediakan layanan Jasa Pembuatan Website, SEO, Digital Marketing dan Jasa Service Laptop/Komputer yang memiliki tenaga ahli professional dan berpengalaman.

Warung Komputer | Your Trusted IT Partner
Telpon/WhatsApp : 0811-1014-930
Email : mail@warungkomputer.co.id
Website : warungkomputer.com

Artikel Terkait

Produk Teknologi yang Melampaui Zamannya
Memahami Manusia via Dunia Digital

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Kategori Artikel

Archives

Menu