Penjelasan Stabilizer Serta Fungsi dan Cara Kerjanya di Komputer

  1. Home
  2. Blog
  3. Penjelasan Stabilizer Serta Fungsi dan Cara Kerjanya di Komputer

Penjelasan Stabilizer Serta Fungsi dan Cara Kerjanya di Komputer | Warung Komputer. Mungkin kamu pernah mendengar mengenai tegangan listrik yang tidak stabil. Jika kamu mengalami hal seperti ini kamu tidak perlu khawatir lagi karena kamu dapat mengatasi hal ini dengan menggunakan stabilizer. Stabilizer adalah alat yang untuk menjaga agar tegangan listrik tetap stabil atau normal.

Penjelasan Stabilizer Serta Fungsi dan Cara Kerjanya di Komputer

Penjelasan Stabilizer Serta Fungsi

Mungkin diantara kamu masih sedikit asing dengan alat ini. Untuk lebih jelasnya, Yuk simak ulasan dibawah ini agar kamu dapat memahami mengenai stabilizer lebih dalam.

Penjelasan Stabilizer

Penjelasan Stabilizer Serta Fungsi

Pada sebuah komputer umunya terdiri atas beberapa komponen dengan jumlah yang tidak sedikit, beberapa komponen tersebut ada yang memiliki ukuran mikro dan sangat peka terhadap tegangan listrik. Oleh karena itu sebuah unit komputer harus memiliki tegangan listrk ac dan dc yang stabil, namun bisanya listrik yang kita gunakan memiliki tegangan yang naik turun dan sangat tidak bagus untuk perangakat pc kita. untuk mengatasi masalah ini kamu memerlukan penyetabil tegangan listrik pada komputer yaitu stabilizer.

Apakah kamu sudah tau apa itu stabilizer? Stabilizer atau disebut juga dengan power stabilizer merupakan perangkat tambahan komputer yang berfungsi untuk menyetabilkan arus listrik yang teganganya tidak stabil ntah itu di karenakan perubahan cuaca, pencurian listrik ataupun dikarenakan  hambatan mendadak arus listrik pada kabel. Nah beberapa penyebab tersebutlah yang membuat arus listrik ke komputer tidak stabil yang nantinya membuat komponen komputer rusak.

Dengan pemasangan sebuah stabilizer pada unit komputer maka membuat arus listrik menjadi normal sehingga perangkat keras atau pun perangkat lunak pada komputer tidak rusak dan dapat bekerja secara normal.

Sebelum kamu menggunakan stabilizer sebaiknya kamu mengetest tegangan listrik di rumah kamu karena tegangan di setiap kantor atau rumah biasanya berbeda dan kamu harus menyesuaikan stabilizer yang nantinya akan kamu gunakan agar cocok dan tahan lama. Cara untuk memastikan tegangan listrik dengan menggunakan test voltage yaitu jika tegangan kurang dari 200 V, maka kamu harus menggunakan Stabilizer untuk menstabilkan tegangan tersebut agar kembali normal.

Tegangan arus listrik yang tidak stabil dapat mengganggu kinerja alat-alat elektronik sehingga tidak bekerja secara maksimal. Jadi tegangan arus listrik yang stabil sangat dibutuhkan untuk perangkat atau alat-alat elektronik yang sangat membutuhkan tegangan arus listrik yang stabil.

Dikarenakan stabilizer memiliki beberapa jenis yang kamu bisa menyesuaikan sendiri dengan tegangan listrik di rumah kamu.Berikut ini jenis- jenis dari stabilizer:

1. Stabilizer Menggunakan Savro Motor

Stabilizer jenis ini menggunkan motor sarvo di dalamnya, yang nantinya motor akan berputar agar mendapatkan  tegangan listrik yang stabil. Pada stabilizer motor  sarvo ini biasanya membutuhkan waktu sekitar  2  sampai 5 detik untuk mencatat tegangan listrik serta menghilangkan penyaring terhadap gangguan listrik seperti surge, sag, spikes dan petir.

2. Stabilizer Menggunakan Relay

Seperti namanya stabilizer jenis ini memakai relay unuk kinerja si stabilizer. Pada umumnya relay ini di gunakan untuk menormalkan tegangan listrik yang naik turun. Relay sangat responsive terhadap tegangan listrik yang naik turun sehingga stabilizer relay ini bekerja dengan cepat.

Meskipun stabilizer relay ini bekerja dengan cepat tetapi ada sisi kelemahannya yaitu range kesetabilanya masih kurang baik hanya sekitar 5%, tidak itu saja stabilizer jenis ini tidak di lengkapi dengan filter  yang berfungsi menghindari gangguan arus listrik.

3. Stabilizer Menggunakan System Digital Control

Stabilizer jenis ini bisa di katakana lebih modern dari jenis sebelumnya karena bisa di katakan bahwa stabilizer ini merupakan perkembangan dari stabilizer relay, pasalnya stabilizer system digital control ini menggunakan system gabungan yaitu relay dan triac (sejenis transitor).

Jadi stabilizer digital control ini lebih canggih jika di bandingkan dengan jenis sebelumnya yaitu relay dan Stabilizer ini pun di lengkapi dengan filter yang dapat menghambat terjadinya gangguan- gangguan terhadap listrik.

4. Stabilizer Menggunakan System Ferro-Resonant atau Line Conditioner

Stabilizer yang terakhir ini bisa di katakan sebagai jenis stabilizer yang paling canggih dan hkamul di banding stabilizer lainya. Untuk menghadapi masalah tegangan naik turun stabilizer ini hanya membutuhkan waktu sekitar 0,04 detik saja, jadi bisa di katakan bahwa stabilizer jenis ini paling stabil jika di banding dengan lainya.

Selain itu stabilizer ini dapat menyaring filter ganngguan gangguan listrik menggunakan kapasitor dan trafo isolator untuk meredam spike, surge, sug, spikes dan juga petir. Tipe stabilizer ini sering di sebut juga dengan power conditioner atau line conditioner.

Fungsi Stabilizer

Penjelasan Stabilizer Serta Fungsi

Fungsi stabilizer adalah untuk menjaga tegangan arus listrik agar stabil (normal), karena arus yang stabil sangat dibutuhkan untuk berbagai peralatan elektronik. Fungsi utama dari stabilizer merupakan hardware yang digunakan untuk membuat tegangan yang feed pada peralatan elektronik yang mungkin idel dengan satu catu daya.

Stabilizer juga berfungsi untuk memastikan isolasi daya listrik offset dan outpunya normal dan  juga stabil. Selain itu stabilizer juga digunakn untuk mencegah komponen elektronik rusak akibat arus listrik yang kurang stabil. Filter  yang terdapat pada stabilizer sangat berguna untuk menekan kebisingan dan menetralkan tegangan jika mencapai puncaknya. Selain itu fungsi lain dari stabilizer adalah:

  1. Memperpanjang masa penggunaan alat elektronika
  2. Menjaga agar powe supply stabil
  3. Meredam kebisingan, gangguan dan petir
  4. Melindungsi peralatan elektronik dari tegangan bawaan dan juga tegangan lebih dari induk
  5. Mengurangi tingkat kerusakan komponen elktronik.

Jadi bisa di katakana stabilizer meruapakan solusi untuk menjaga peralatan elektronik yang kita pakai, selain itu biaya yang di keluarkan juga cukup rendah. Nah itu tadi sedikit ulasan mengenai stabilizer. Semoga bermanfaat.

Cara Kerja Stabilizer

Penjelasan Stabilizer Serta Fungsi

Cara kerja stabilizer ialah membutuhkan kestabilan listrik yang ada, maksutnya arus listrik yang di konsumsi oleh stabilizer itu harus benar – benar sudah stabil.

Dalam sistem kerja stabilizer terdapat dua faktor yang menentukan kerja stabilizer itu, yang mana dua faktor itu bertujuan untuk menentukan kapasitas stabilizer. Faktor yang pertama ialah kapasitas nilai yang di miliki oleh barang elektronik yang sedang tersambung dengan stabilizer, yang kedua ialah nilai kapasitas yang di perlukan oleh stabilizer itu sendiri.

Kedua faktor yang tertulis di atas bertujuan untuk memperoleh nilai kapasitas minimal yang di miliki oleh stabilizer, ini berfungsi saat kita akan menstabilkan arus listrik pada barang elektronik yang kita milik. Jika kamu akan memilih variant stabilizer, maka faktor dua itu akan berguna juga.

Nah itulah ulasan mengenai pengertian Stabilizer. Semoga dengan adanya ulasan ini membuat kamu dapat memahami stabilizer dengan lebih dalam.

Sumber : nesabamedia

 

Previous Post
Penjelasan Recovery Data Serta Fungsinya pada Komputer
Next Post
Tips Uninstall IDM Sampai Tuntas 2019

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Kategori Artikel

Menu