Google Tingkatan Daya Saing Indonesia

  1. Home
  2. Blog
  3. Google Tingkatan Daya Saing Indonesia

Google Tingkatkan Daya Saing Indonesia | Warung Komputer. Karir wanita ini kian impresif setelah ditunjuk memimpin Google Cloud Indonesia. Di tugas barunya ini, Megawaty Khie pun memiliki satu misi: membantu Indonesia bersaing di era ekonomi digital.

Google Tingkatkan Daya Saing Indonesia

KIPRAH Google Cloud kian terasa. Pada laporan keuangan Juli 2019 kemarin, Google menyebut layanan cloud mereka akan mencatat pemasukan US$8 miliar sepanjang tahun ini. Berkat pencapaian tersebut, Google Cloud menjadi motor pertumbuhan ketiga terbesar di induk perusahaan Alphabet, hanya kalah dari Google Search dan YouTube.

Akan tetapi, Google memang belum dapat berpuas diri. Meski kiprah di industri cloud mulai menemukan momentum, Google Cloud secara bisnis masih tertinggal dibanding pesaingnya seperti AWS dan Microsoft Azure. Karena itulah mereka kian serius menggarap pasar cloud, termasuk di Indonesia.

Google Tingkatkan Daya Saing Indonesia

Hal ini tercermin dari pembangunan duta center di Indonesia yang rencananya akan beroperasi di awal tahun 2020. Selain itu,Google telah menunjuk Megawaty Khie sebagai Country Director Google Cloud untuk Indonesia.

Pengalaman Panjang

Penunjukan Megawaty memang bukan tanpa sebab. Wanita ramah ini sudah 20 tahun malang-melintang di dunia T1 indonesia dan menempati posisi strategis di berbagai perusahaan teknologi ternama. Ia pernah menjadi Director di Microsoft indonesia, Country Manager Dell Indonesia, Director di PPP Asia Pasifik, dan VP untuk SuccessFactor SAP Asia Tenggara. Sebelum bergabung ke Google, Megawaty menjabat President Director IBM Indonesia.

”Tugas utama saya adalah mengembangkan bisnis Google di Indonesia” ungkap Megawaty saat kami mewawancarainya di kantor Google yang apik di bilangan Sudirman, Jakarta. Selain itu, Megawaty juga berkomitmen mengembangkan ekosistem cloud, Indonesia, termasuk melibatkan mitra (technology partner) dengan perusahaan Indonesia.

Meski solusi Google Cloud bila digunakan di semua industri, Megawaty menunjuk beberapa industri yang menjadi fokus utama Google Cloud. “Yang menjadi fokus kami adalah FSI, telco, retail, manufacturing, dan konglomerasi” ungkap Megawaty.

Google Tingkatkan Daya Saing Indonesia

Megawaty menyadari, industri yang disasar Google sarat dengan  perusahaan enterprise yang relatif masih  berhati-hati dalam mengadopsi konsep cloud computing. “Ketika ingin mengadopsi teknologi baru, mereka khawatir dampaknya dengan legacy business” ungkap  megawaty menjelaskan alasannya.

Namun di saat yang sama, megawaty juga melihat banyak perusahaan enterprise yang  secara bertahap mulai mencoba teknologi  cloud. “Biasanya mereka menugaskan business unit yang lebih kecil untuk mencoba,” tambah Megawaty.

Salah satu contohnya BRI yang menugaskan BRI Agro untuk mengembangkan aplikasi Pinang. Aplikasi ini bertujuan memudahkan nasabah BRI melakukan pinjaman secara instan. Untuk mewujudkan hal itu,BRI Agro menggunakan beberapa fitur Google Cloud, seperti Gogole Vision dan Google Maps API, untuk aplikasi Pinang ini. “Manfaatnya pun terasa, karena proses pinjaman yang sebelumnya membutuhkan waktu dua minggu kini hanya dua hari,” tambah Megawaty.

Kedepankan Solusi

Karena itulah saat berbicara dengan perusahaan Indonesia, Megawaty ingin mengedepankan solusi dibanding “menjual” layanan cloud. “Jika sudah muncul problem statement-nya, baru kami bicara teknologi apa yang dapat menjawab masalah tersebut,” ungkap Megawaty.

Megawaty yakin Google Cloud dapat menjawab tantangan yang dihadapi perusahaan Indonesia karena memiliki keunggulan teknologi. “Contohnya BigQuery yang bisa mengelola yang bisa mengelola structured dan unstructured data” ungkap Megawaty. Di era big data seperti saat ini, Megawaty melihat BigQuery ini akan sangat relevan dengan kebutuhan perusahaan.

Begitu pula solusi di bidang manajemen video dan implementasi Al. “Intinya Google Cloud akan melibatkan the bigger Google untuk membantu perusahaan menyelesaikan tantangan bisnis mereka,” tambah Megawaty.

Karena orientasinya adalah menyelesaikan masalah customer, Google Cloud juga tidak serta-merta mendorong perusahaan melangkah ke full cloud. “Yang ingin kami lakukan adalah memberikan pilihan bagi mereka dalam menyelesaikan tantangan bisnis,” tambah Megawaty.

Jika pilihan terbaik adalah hybrid cloud atau multi cloud, Google Cloud tetap siap membantu. Apalagi Google Cloud saat ini memiliki Anthos, tools untuk mengelola hybrid application. “Anthos memudahkan perusahaan write once, run everywhere,”jelas wanita yang menempuh pendidikan di Southern Illinois University dan ITB Ini.

Visi membantu perusahaan Indonesia ternyata sejalan dengan obsesi pribadi ibu tiga anak ini. “Saya sangat cinta Indonesia, jadi saya ingin sekali membantu perusahaan Indonesia dapat berkompetisi di era digital economy ini,” cerita Megawaty. Begitu juga dalam hal talenta. “Google menjalin kebersamaan dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk melatih seribu engineers agar mereka dapat memahami core technology,” tambah Megawaty.

“Saya berharap, usaha kami dapat memperbesar peluang talenta Indonesia era digital economy ini,” tutup Megawaty.

Sumber : Majalah InfoKomputer Oktober 2019

Warung Komputer menyediakan layanan Jasa Pembuatan Website, SEO, Digital Marketing dan Jasa Service Laptop/Komputer yang memiliki tenaga ahli professional dan berpengalaman.

Warung Komputer | Your Trusted IT Partner
Telpon/WhatsApp : 0812-6186-6693
Email : mail@warungkomputer.co.id
Website : warungkomputer.com

, , ,
Previous Post
Al Dorong Perencanaan Cerdas Tenaga Kerja
Next Post
DevSecOps, Mendekatkan Keamanan ke Tahap Pengembangan

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Kategori Artikel

Recent Comments

Menu