Tiga Situs Indonesia Jadi Sorotan di Google I/O 2016

0
17
Tiga Situs Indonesia jadi Sorotan di Google I/O 2016
Tiga Situs Indonesia jadi Sorotan di Google I/O 2016
Tiga Situs Indonesia jadi Sorotan di Google I/O 2016

Ketika situs tersebut menjadi contoh penerapan teknologi baru Google yang bertujuan mempercepat akses serta menghemat kuota. Google berharap, teknologi ini akan diadopsi lebih banyak situs sehingga semakin memanjakan pengguna Android.

Konferensi Google I/O 2016 Mountain View, California pekan lalu menghasilkan pengumuman penting, Android N, perangkat VR. dan sejumlah aplikasi Pesan baru dari Google. Namun, sebagai acara yang berfokus pada para pengembang, Google I/O 2016 juga dimanfaatkan memperkenalkan beberapa fitur web dalam pemrograman aplikasi mobile. Contohnya penyediaan teknologi Progressive Web App (PWA), Accelerated Mobile Page (AMP), dan Push Notification untuk situs Web.

Yang menarik, tiga aplikasi asal Indonesia ternyata sudah mendapat kesempatan untuk menerapkan teknologi-teknologi terbaru itu pada kontennya.Mereka adalah JalanTikus, BaBe, Kaskus. Walhasil, nama mereka bersanding dengan nama-nama tenar lainnya, seperti AliExpress, The Washington Post, Booking.com,dan Walgreens sebagai deretan situs dan aplikasi sorotan pada Google I/O 2016 kali ini.

Rahul Roy-Chowdury (Director of Product Management Chrome, Google) pada presentasi di panggung maupun tulisan blog-nya secara khusus menyebut JalanTikus dan BaBe sebagai contoh penerapan teknologi PWA pada situsnya.

“Kami sangat bangga bahwa JalanTikus bisa menjadi featured site di ajang Google I/O 2016 dan kebanggaan ini juga milik seluruh bangsa Indonesia. Kami harap dengan pencapaian ini, situs dan konten kami akan lebih dikenal dan disukai oleh masyarakat karena mampu memberikan user exp√©rience yang lebih baik dan inovasi yang tidak ada hentinya,” ujar Weihan Liew (CEO, JalanTikus).

Mengenal PWA dan AMP

Masyarakat saat ini lebih suka menggunakan smartphone dibandingkan PC sebagai sarana browsing. Selain format tampilan yang berbeda untuk mobile, kebiasaan serta alur interaksi dengan aplikasi atau situs mobile akan berbeda dengan apa yang didapatkan di situs desktop.

Fitur PWA dan AMP adalah terobosan baru dalam memberikan pengalaman terbaik bagi sebuah mobile web. Dengan menggunakan sistem caching yang disimpan di peramban, pengguna dapat dengan mudah membaca artikel yang ada di suatu situs. Keuntungannya adalah akses yang lebih cepat (bisa diproses dalam hitungan kurang dari 1 detik), memakan kuota data yang lebih sedikit, serta kaya dengan fitur yang mirip dengan fitur pada aplikasi mobile.

Di antara berbagai keunggulan teknologi PWA dan AMP, keuntungan yang paling besar adalah pengguna tetap bisa mengakses situs meskipun sedang tidak terhubung ke internet.

“Dalam dua tahun terakhir, Google terus melihat dan mempelajari cara masyarakat Indonesia dan India dalam menggunakan internet. Dan seketika kami terkejut melihat mereka sering mematikan paket data demi menghemat kuota internet.” jelas Rahul Roy-Chowdury.

“Dari fenomena inilah, akhirnya kami, tim Google Chrome, mencoba berbagai hal dan inovasi baru untuk menghadirkan pengalaman terbaik bagi para pengguna, termasuk membuat teknologi PWA serta AMP yang menghadirkan fitur dan pengalaman terbaik pada mobile web, dengan tampilan dan fitur yang hampir sama dengan aplikasi mobile, meskipun pada hakikatnya PWA adalah sebuah situs biasa,” pungkasnya.

Sumber : Info Komputer Juni 2016

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here