Inilah Berbagai Media Sosial yang Ternyata Pernah Ada

0
38
Berbagai Media Sosial yang Ternyata Pernah Ada

Sebuah kata mutiara menyebutkan bahwa sesuatu yang tidak pernah berubah adalah perubahan itu sendiri. Artinya tidak ada yang kekal di dunia ini. Tentu hal tersebut juga berlaku di dunia teknologi informasi. Sebuah layanan media sosial yang begitu populer pada kurun waktu tertentu, pada saatnya nanti bisa saja hilang atau redup, tergilas oleh layanan lain yang lebih mutakhir.

Sebagian dari Anda barangkali adalah pelaku sejarah, sempat menggunakan suatu layanan media sosial tertentu saat masa jayanya. Namun bisa jadi, Anda seperti sebagian yang lain, yang bahkan sama sekali tidak pernah tahu bahwa media sosial tersebut pernah ada.

Nah, apakah Anda tahu tentang media sosial yang kami paparkan berikut ini?

Jaiku

Jaiku adalah layanan microblogging yang mirip dengan Twitter. Malahan sebenarnya Jaiku diciptakan satu bulan lebih dulu daripada Twitter, yaitu pada bulan Februari 2006, meskipun dirilis hampir berbarengan pada bulan Juli 2006.

Jaiku diciptakan oleh Jyri Engestrom dan Petteri Koponen dari Finlandia. Jaiku merupakan pelesetan dari haiku yang dalam bahasa Jepang berarti sajak. Bisa juga diartikan sebagai pelesetan dari Joiks yang merupakan lagu rakyat suku Sami dari Finlandia.

Inilah Berbagai Media Sosial yang Ternyata Pernah Ada

Cara kerja Jaiku bisa dibilang mirip dengan Twitter. Pengguna bisa memiliki halaman Jaiku sendiri (seperti halnya di Twitter memiliki timeline sendiri) dan bisa menge-post teks dan gambar. Jumlah karakter maksimal yang diizinkan adalah seratus. Menge-post teks di Jaiku disebut dengan jaiku juga. Sama seperti dengan Twitter, selain diakses melalui web, Jaiku juga menyediakan mobile cient. Saat itu, telepon seluler yang populer adalah Nokia dengan sistem operasi Symbian. Akibatnya, mobile cilent Jaiku dibuat kompatibel dengan Symbian S60. Pengembang Jaiku juga merilis API sehingga pihak ketiga bisa pula membuat aplikasi mobiie cilent. Salah satu aplikasi mobile cilent untuk Jaiku adalah Feedalizr.

Perbedaan paling mencolok antara Jaiku dengan kompetitornya pada saat itu adalah fitur Lifestream. Lifestream memungkinkan pengguna Jaiku untuk secara berkala berbagi aktivitas online yang mereka lakukan.

Pada tahun 2009 Jaiku diakuisisi oleh Google dan kode sumbernya dibuka sehingga Jaiku menjadi bersifat open source. Bertepatan dengan dibukanya kode sumber tersebut fitur Lifestream pun dihapus.

Sayang sekali Jaiku tidak mampu bersaing, khususnya dengan Twitter, semenjak diakuisisi oleh Google. Entah mengapa Google sepertinya enggan mengembangkan Jaiku. Bahkan, alasan melepas kode sumber Jaiku juga ditengarai supaya ada komunitas programmer yang mau mengembangkannya dengan sukarela.

Akhirnya pada bulan Oktober 2011, Google mengumumkan akan menghentikan layanan Jaiku per tanggal 15 Januari 2012. Pada bulan November 2011, sebagian pengguna Jaiku membuat layanan Jaiku Archive agar berbagai jaiku yang penting bisa diselamatkan.

Plurk

Plurk bisa dibilang merupakan media sosial yang anti-mainstream. Jika berbagai media sosial lain berkesan serius, Plurk lebih terlihat sebagai “mainan”. Sejak awal, Plurk hadir dengan berbagai karakter berbentuk absurd namun lucu, serta dilengkapi dengan berbagai emoticon.

Inilah Berbagai Media Sosial yang Ternyata Pernah Ada

Layanan Plurk diluncurkan pada tanggal 12 Mei 2008. Arti nama Plurk bisa diterjemahkan menjadi beberapa macam. Plurk bisa berarti people+ lurk, bisa pula diterjemahkan sebagai akronim peace, love, unity, respect, karma.

Pengguna Plurk bisa menuliskan pemikirannya dalam bentuk teks maupun mengunggah gambar. Saat menuliskan teks (yang juga disebut sebuah plurk), tersedia qualifier yang memampukan pengguna menyatakan perasaannya secara lebih tepat. Isi qualifier tersebut adalah bilang, tanya, butuh, rasa, pikir, dan lain-lain. Pada awalnya, jumlah karakter untuk menuliskan sebuah plurk adalah 140, namun kini diperluas menjadi 210.

Jika media sosial lain menampilkan update secara vertikal, Plurk akan menampilkan timelinne-nya secara horizontal. Setiap plurk ditampilkan dalam sebuah kotak tersendiri. Teman atau fans dapat memberikan komentar terhadap plurk tersebut, yang ditampilkan di dalam kotak itu juga.

Telah disebutkan bahwa salah satu kata dalam akronim Plurk adalah karma. Karma merupakan suatu sistem penilaian yang diberikan untuk menilai aktivitas pengguna Plurk. Jika dia aktif, nilai karma akan naik. Begitu pula sebaliknya. Aktivitas yang dinilai tidak semata-mata berdasarkan banyaknya plurk yang ditulis pengguna, melainkan juga berdasarkan pertimbangan apakah plurk tersebut berkualitas atau tidak. Selain itu, ada sejumlah hal lain yang memengaruhi karma. Makin tinggi nilai karma, makin banyak pula emoticon yang bisa digunakan.

Pada tahun 2009, Plurk mengizinkan penggunanya untuk membekukan karma agar tidak bisa naik maupun turun. Hal ini bermanfaat bila pengguna hendak berlibur misalnya.

Selain bisa diakses melalui web, baik versi penuh maupun versi mobile,tersedia juga Plurk client untuk pengguna telepon seluler berbasis Android dan iOS.

Di Indonesia, Plurk sempat cukup populer, khususnya pada awal kemunculannya pada tahun 2008. Bahkan sampai awal 2010, bisa dikatakan bahwa popularitas Plurk berada di atas Twitter. Meski kini meredup, jumlah pengguna Plurk di Indonesia bahkan di dunia ternyata masih relatif cukup banyak. Layanan Plurk pun masih aktif sampai kini.

Pownce

Dua media sosial yang dibahas sebelumnya barangkali masih sempat minimal terdengar oleh sebagian dari Anda. Nah, bagaimana dengan Pownce? Pasti tak banyak yang tahu. Bagaimana tidak, Pownce bahkan tidak mencapai umur satu tahun sejak dibuka untuk umum.

Inilah Berbagai Media Sosial yang Ternyata Pernah Ada

Pada walnya,layanan Pownce dijalankan dengan model undangan, hanya yang diundang yang dapat mendaftar. Namun mulai tanggal 22 Januari 2008, Pownce dibuka untuk umum. Sayangnya,pada tanggal 1 Desember di tahun yang sama, Pownce diakuisisi oleh SixApart dan tepat dua minggu kemudian ditutup.

Padahal banyak pihak yang mengatakan bahwa Pownce sebenarnya lebih bagus daripada Twitter karena memiliki fitur untuk melacak diskusi. Di samping itu, Pownce juga bisa digunakan untuk berbagi file. Namun barangkali karena memiliki kemiripan dengan Twitter yang terlalu banyak, sehingga tanpa adanya fitur yang mampu membunuh Twitter, Pownce tidak dapat berbuat banyak.

Kronologger

Kronologger merupakan aplikasi buatan anak bangsa yang sebenarnya cukup membanggakan, ia sempat menyeruak di tengah ketatnya persainganlayanan media sosial. Layanan media sosial ini cenderung digunakan untuk berbagi informasi berdasarkan lokasi. Pengguna bisa berbagi informasi dan file ke orang-orang yang ada di sekitarnya. Inilah Berbagai Media Sosial yang Ternyata Pernah Ada

Sayangnya karena keterbatasan sumber daya, Kronologger harus ditutup. Kukuh TW (salah satu pendiri Kronologger) menegaskan bahwa salah satu alasan yang menyebabkan Kronologger ditutup adalah terbatasnya waktu dan tenaga untuk mengembangkan Kronologger ke tingkat lebih maju (advance).

Qaiku

Dari namanya, bisa diduga bahwa layanan microblogging ini merupakan cloning dari Jaiku. Dan memang oleh pengembangnya – yang kebetulan sama-sama berasal dari Finlandia – Qaiku dimaksudkan untuk menjadi penerus Jaiku pasca diakuisisi oleh Google. (Jaiku memang dikembangkan pada tahun 2009, tidak lama setelah Jaiku diakui oleh Google.

Inilah Berbagai Media Sosial yang Ternyata Pernah Ada

Oleh pengembangnya, Qaiku diberi kelebihan berupakemampuan multibahasa. Qaiku juga sempat akan dikembangkan menjadi layanan cloud yang bersifat software as a service.

Namun, nasib Qaiku ternyata setali tiga uang dengan Jaiku. Popularitasnya tetap tak mampu mengimbangi Twitter. Pada tanggal 15 Oktober 2012, Qaiku juga menghentikan layanannya.

Sumber : Info Komputer Juni 2016

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here